BATANG, SerasiJateng.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Divisi Kesehatan dan Lingkungan melaksanakan program kerja ASUH (Asisten Sehat Untuk Ibu dan Anak) sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa, khususnya yang berasal dari Program Studi Gizi, untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi serta layanan konseling gizi.
Pelaksanaan Posyandu ILP pertama dilaksanakan pada 2 Februari 2026 di Balai Desa Sidomulyo, sedangkan kegiatan Posyandu ILP kedua dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di Puskesmas Pembantu Dukuh Wonoboyo.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lansia. Dengan adanya cakupan peserta yang luas, kegiatan posyandu ini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut berperan aktif membantu berbagai tahapan pelayanan posyandu.
Mahasiswa terlibat dalam proses pendaftaran peserta, pengukuran antropometri, serta melakukan pencatatan dan rekapitulasi data hasil pemeriksaan. Pengukuran antropometri yang dilakukan meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas (LILA), serta lingkar perut. Data yang diperoleh dari pengukuran tersebut digunakan sebagai salah satu indikator untuk memantau kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat secara berkala.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan konseling gizi kepada masyarakat sebagai fokus utama program ASUH. Konseling ini ditujukan bagi warga yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi gizi mereka maupun anggota keluarganya, serta mendapatkan saran terkait pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang.
Layanan konseling gizi ini dilaksanakan pada bagian akhir rangkaian kegiatan posyandu, sehingga warga yang membutuhkan konsultasi dapat langsung diarahkan ke meja konseling yang diisi oleh mahasiswa KKN dari Program Studi Gizi.
Melalui layanan konseling ini, masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai permasalahan gizi yang dihadapi, seperti pemenuhan gizi pada anak, pencegahan stunting, pola makan sehat bagi keluarga, hingga pengelolaan pola makan pada usia lanjut.
Mahasiswa KKN berupaya memberikan penjelasan yang mudah dipahami serta saran praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Posyandu ILP Desa Sidomulyo juga dilengkapi dengan berbagai layanan kesehatan lainnya. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan gula darah dan pengecekan tekanan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memantau kondisi kesehatan mereka secara rutin, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit.
Kegiatan posyandu juga diisi dengan senam sehat lansia bersama, yang diikuti oleh para warga lanjut usia. Kegiatan senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan aktivitas fisik, serta mendorong gaya hidup sehat bagi para lansia.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat, terlihat dari partisipasi aktif para peserta yang mengikuti setiap rangkaian acara. Berbagai layanan tersebut menjadikan posyandu tidak hanya sebagai tempat pemantauan kesehatan balita, tetapi juga sebagai pusat pelayanan kesehatan terpadu bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, partisipasi dan antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga sesi konsultasi gizi.
Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan asupan gizi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ASUH (Asisten Sehat Untuk Ibu dan Anak), mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang serta pemantauan kesehatan secara rutin.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengenali kondisi kesehatan mereka sejak dini, sehingga dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat. Program ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat desa.(Tim/red)












