GROBOGAN, SerasiJateng.id – Demi atasi warga terdampak banjir Pemerintah Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi membuat tanggul buatan.
Tidak tanggung – tanggung sejauh 4 km pekerjaan tanggul dikerjakan.
Dari titik nol Dusun Tegal Giling kemudian Dusun Karang Manis hingga Cingkrong pembuatan tanggul dibuat dengan harapan luapan air sungai Serang bisa ditanggulangi.
Dengan melibatkan tenaga ahli serta peralatan dari BBWS Pemali Juana Jawa Tengah pekerjaan pembuatan tanggul sudah memasuki minggu ke 4.
Menurut keterangan Jasmi selaku Kepala Desa Cingkrong dilokasi pekerjaan Selasa (6/1/2026).
Disampaikan bahwa desanya semenjak terjadinya kerusakan hutan ditambah curah hujan yang cukup tinggi setiap tahunnya desa Cingkrong bisa dipastikan terdampak banjir tahunan. Bahkan bisa setahun 2 kali.
“Dengan kondisi seperti itu Kami selaku Pimpinan Desa tidak cukup diam saja. Usaha serta komunikasi baik dengan Bupati Grobogan,BPBD Grobogan serta BBWS Jawa Tengah Kami tempuh. Dan Alhamdulillah dari BBWS tahun ini dimulai pembuatan tanggul di sepasan sungai Serang yang melintas di Desa kami.” Terang Jasmi.
Meskipun masalah dan kendala dilapangan ada Alhamdulillah pekerjaan pembuatan tanggul sudah mencapai 50 persen. Ada 10 KK yang perlu Kami komunikasikan karena harus mengambil tanah dari mereka dalam pembuatan tanggul. Meskipun pembuatan tanggul untuk kepentingan semua warga Cingkrong akan tetapi semua tanah yang diambil untuk pembuatan tanggul disampingnya tetap akan diganti rugi.Tegas Jasmi.
Hal sama juga disampaikan oleh Mufid Nuril Anwar pelaksana atau operator pembuatan tanggul dari BBWS disampaikan bahwa dalam pembuatan tanggul tidak mungkin mendatangkan tanah dari luar mengingat medannya yang berat.
” Perintah dari kantor BBWS tidak ada batasan waktu dalam pembuatan tanggul yang penting bisa selesai secara maksimal. ” Jelas Mufid.
Hanya kendala dalam pelaksanaan soal cuaca serta medan yang terkadang cekungan sehingga perlu ekstra hati – hati serta kerja keras. Imbuh Mufid.
” Termasuk beberapa warga yang terkadang keberatan tanahnya dipakai untuk pembuatan tanggul itu yang membuat pekerjaan bisa molor. ” Terang Mufid
Meski demikian dengan komunikasi yang baik dari Kepala Desa Cingkrong persoalan dilapangan bisa diselesaikan dengan baik.
Dan dari pembuatan tanggul yang baru mencapai progres 50 persen sudah berdampak sekali beberapa hari yang lalu ketika curah hujan tinggi beberapa Desa sebelah Cingkrong yang mengalami kebanjiran Desa Cingkrong cukup aman.
Hanya terjadi genangan air dibeberapa saluran yang ada di desa.
Yang jelas pembuatan tanggul buatan ini sangat besar manfaatnya untuk warga Cingkrong yang sering mengalami musibah banjir tahunan. (Imam)












