GROBOGAN, Serasijateng.id – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang selanjutnya disebut Revitalisasi adalah program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas melalui rehabilitasi dan pembangunan prasarana, serta penyediaan sarana yang ada di sekolah.
Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah berharap semua sekolah yang mendapatkan program ini harus bisa memahami aturan yang berlaku.
Tidak hanya menjaga mutu bangunan saja akan tetapi waktu pelaksanaan juga perlu diperhatikan.
Artinya Scadule juga dilihat jangan sampai pelaksanaan kegiatan pembangunan melebihi atau molor dari waktu yang sudah ditentukan.
Hal tersebut sudah dilaksanakan di sekolah yang ada di kabupaten Grobogan yang pada tahun ini mendapatkan kegiatan program revitalisasi satuan pendidikan 2025.
Dari pantauan awak media di Grobogan Jateng sudah memasuki progres antara 65 hingga 70 persen.
Seperti halnya SD Negeri 1 Ngraji dan SD Negeri Kalongan kecamatan Purwodadi kegiatan revitalisasi sudah 70 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Riries Sudaryanto selaku kepala sekolah SD Negeri 1 Ngraji. Didampingi Tri Wulan sebagai tenaga operator Riries menyampaikan bahwa semua petunjuk dan arahan dari tenaga fasilitator sudah dijalankan semuanya.
Untuk SD Negeri 1 Ngraji mendapatkan rehab 3 ruang kelas, 1 ruang administrasi dan pembangunan gedung baru untuk UKS”.Jelas Riries.
Masih ada beberapa tukang dan tenaga untuk menyelesaikan pasang plafon dan keramik sambil menunggu pencarian termin ke dua yaitu 30 persen dari anggaran Rp. 452 juta.
Diharapkan sebelum tanggal 31 Desember kegiatan revitalisasi sudah selesai sehingga sebanyak 168 anak bisa menikmati ruang kelas baru dan bisa belajar dengan nyaman.
Hal sama juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kalongan Purwodadi yang tahun ini juga melaksanakan kegiatan program revitalisasi Satuan Pendidikan.
Perlu diketahui bahwa SD Negeri 1 Kalongan dulu pernah berdiri dua SD yang sekarang digabungkan menjadi satu.Hal tersebut okeh karena program KB yang berhasil.
Akan tetapi meskipun sekarang digabung menjadi satu oleh karena pengelolaan sekolah yang cukup profesional dan cukup Falimilier dengan lingkungan sekolah SD Negeri 1 Kalongan masih cukup banyak mendapatkan siswa yang belajar disini.
Sebanyak 216 anak mengeyam pendidikan di SD Negeri 1 Kalongan Purwodadi. Sehingga sudah tepat bila mana sekolah ini mendapatkan program revitalisasi dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan juga aspirasi dari pemkab Grobogan.
Dana revitalisasi sebesar Rp. 700 juta lebih akan dipakai untuk pembangunan rehab 6 ruang kelas, 2 ruang administrasi termasuk rung guru dan kepala sekolah serta pembangunan 1 paket Toilet sekolah yang cukup bagus karena sudah standar nasional.
Bahkan awak media sempat kagum karena desain dan bentuk Toilet indah, rapi dan nampak bersih yang tidak mau kalah dengan Toilet yang ada di SPBU pada umumnya.
Sedangkan pelaksanaan kegiatan revitalisasi sudah masuk 75 persen artinya Desember ini sudah bisa dipastikan selesai.
Hal tersebut dikarenakan dalam pelaksanaan Revitalisasi SD Negeri 1 Kalongan selalu mengindahkan saran dari Ari Wibowo selaku fasilitator dari Perguruan tinggi UNS Surakarta dan Johan Lautan selaku Koordinator kegiatan Revitalisasi.
Meskipun terkendala pengiriman baja ringan serta keramik yang memang bulan – bulan seperti banyak yang membutuhkannya akan tetapi progres tetap dikebut. Sehingga diperkirakan sebelum tanggal 31 Desember 2025 ini akan selesai.
Sukinem selalu berkoordinasi dengan Tim P2 SP dimana disana ada Penanggung Jawab Kegiatan atau PJ, Ketua Pelaksana , Bidang Logistik, Bendahara, Pelaksana lapangan dan Keamanan sehingga semua bisa sesuai RAB serta tepat waktu.
Bahkan dalam waktu yang bersamaan SD Negeri 1 Kalongan juga mendapat rehabilitasi ruang kelas DAU Tahun 2025 yang dikerjakan oleh rekanan yaitu CV. Buana Contrucsion dengan pagu anggota sebesar Rp. 483 juta lebih untuk rehabilitasi ruang kelas yang juga harus selesai di bulan ini. (Imam)












