Maraknya PKL Menjadikan Wisata Kuliner Taman Kota Purwodadi Menjadi Sepi.

Keterangan : Pradana Setyawan Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN, Serasijateng.id – Didibangunnya wisata kuliner bertujuan untuk membangun ekonomi lokal yang tersentral dengan menyajikan makanan yang khas daerah tersebut.

Disamping itu pengunjung juga bisa merasakan sensasi menikmati masakan makanan otentik yang baru. Serta untuk memahami budaya dan sejarah lokal lewat hidangan. Seperti halnya di kawasan Timur Simapang Lima Purwodadi juga berdiri kawasan wisata kuliner yang dipadukan deng Taman Ir. Soekarno yang indah dan cantik.

Dibangunnya wisata kuliner dengan anggaran Milyaran pemkab Grobogan menginginkan agar pengunjung baik lokal dan luar kota bisa menikmati pengalaman sensorik, serta mendukung ekonomi daerah dengan mencoba kuliner khas setempat.
Pengunjung akan bisa menjelajahi Budaya dan Sejarah lokal lewat makanan tradisional yang nantinya pengunjung akan menyimpan cerita dan merasakan tradisi tentang suatu daerah khususnya kabupaten Grobogan.

Mendukung Ekonomi Lokal: Membantu pedagang kecil, pasar tradisional, dan bisnis kuliner lokal untuk berkembang. Akan tetapi kalau melihat kondisi yang ada sekarang sangat memprihatinkan sekali.
Hanya beberapa lapak yang ada disana bertahan untuk berjualan.
Sebagian besar memilih tutup atau tidak meneruskan usahanya.

Inilah yang harus segera diurai oleh pemkab Grobogan agar kondisi wisata kuliner kembali bisa pulih
Bahkan dalam peraturan daerah sudah jelas selama 40 hari tidak dijadikan usaha pemkab Grobogan bisa memberikan kesempatan masyarakat Grobogan lainnya untuk berjuang makanan disana.

Bahkan ada beberapa pedagang juga beralasan faktor sepinya pengunjung oleh karena mulai maraknya PKL di sepanjang jalan dan trotoar yang ada di kota Purwodadi.

Termasuk Kasawan Tematik yang dibangun untuk mempercantik jalan masuk Taman Kota dan wisata kuliner justru mulai marak PKL yang menjajakan makanan disana.
Jalan Paramedis hingga perempatan Taman Kota juga melainkan ramai PKL.

Menurut keterangan Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan atau akrab disana Danis pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan paguyuban dan Satpol PP Grobogan untuk menata dan menertibkan PKL baik yang ada disekitar Simpang Lima, Kawasan Taman Kota serta bahu jalan dan Trotoar yang ada di Purwodadi. Kamis (11/12/2025).

Termasuk kawasan Hutan Kota Purwodadi yang sudah banyak difasilitasi oleh pemkab Grobogan yang lapaknya lama tidak buka akan segera dievaluasi dan ditindak sesuai Perda yang ada.

Danis menegaskan tidak ada yang namanya lapak menjadi investasi perorangan. Semua bangunan lapak kuliner milik pemerintah yang diberikan kepada masyarakat untuk memudahkan usaha agar bisa tertata dengan rapi tidak di pinggir jalanan.
Ketika masyarakat sudah tidak punya keinginan untuk berjualan dikawasan wisata kuliner baik Taman Kota atau Hutan Kota dan kuliner lainnya yang ada disana maka semua lapak akan kembali kepada pemkab Grobogan. (Imam)