KAB. SEMARANG, SerasiJateng.id — Wakil Bupati Semarang, Hj. Nur Arifah membuka Festival Anak Sholih (FAS) 2026 yang diselenggarakan DPD LDII Kabupaten Semarang
di lingkungan Masjid Baitul Makmur, Langensari, Ungaran Barat, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Festival Generasi Penerus, Kita Wujudkan Karakter Luhur Bangsa” ini merupakan puncak dari rangkaian Festival Generasi Penerus 2026.
Dalam sambutannya, Nur Arifah mengapresiasi LDII yang konsisten melakukan pembinaan generasi muda. Menurutnya, acara ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana efektif untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an dan Al-Hadits demi membentuk generasi berakhlakul karimah.
“Anak-anak saat ini menghadapi tantangan digital yang berbeda. Perkembangan teknologi membawa manfaat sekaligus tantangan besar. Karena itu, kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Anak-anak wajib dibekali akhlak mulia, keimanan kokoh, dan karakter yang kuat,” tegas Nur Arifah.
Secara khusus, Wakil Bupati juga memuji penerapan 29 Karakter Luhur yang diajarkan oleh LDII. Karakter tersebut meliputi kemandirian, kerukunan, kekompakan, kejujuran, amanah, kerja keras, hingga rasa hormat kepada orang tua dan guru. Ia menilai, nilai-nilai ini merupakan modal utama yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia saat ini.
“Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, diperkuat di masjid dan TPQ, dikembangkan di sekolah, serta didukung oleh lingkungan masyarakat,” lanjutnya seraya berpesan kepada peserta agar menjadikan kompetisi ini sebagai ajang belajar dan mempererat persaudaraan, bukan sekadar mengejar juara.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Semarang, Agus Azis, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa sebelum FAS digelar, rangkaian acara telah dimulai sejak Sabtu (18/7/2026) melalui kegiatan Annisa Fest, Gathering Women, dan Keakraban Usia Mandiri (Usman).
“Festival Anak Sholih sendiri melombakan 14 cabang kompetisi untuk anak usia TK hingga SD. Selain lomba, kami juga memeriahkan acara dengan bazar, pemeriksaan kesehatan gratis, photobooth, dan pembagian doorprize,” ujar Agus.
Agus menegaskan, fokus utama LDII adalah investasi masa depan melalui pembinaan karakter yang membawa manfaat bagi agama dan negara.
Untuk mendukung hal tersebut, LDII berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemkab Semarang, Kementerian Agama, FKUB, hingga Badko LPQ.
“Bagi kami, ‘LDII untuk Bangsa’ bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk berkontribusi melalui dakwah, pendidikan, dan pengabdian masyarakat,” pungkasnya.
Acara ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh perwakilan Kemenag Kabupaten Semarang, Badan Kesbangpol, Camat Ungaran Barat, Ketua FKUB, Lurah Langensari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ratusan warga dan pengurus LDII Kabupaten Semarang.(Arie B)











